Monday, 24 March 2014

Berkaca Pada Ibrahim




Islamedia - Untuk bisa kokoh dan tegar, tak merasa lemah dan tak pernah menyerah di jalan dakwah, kita patut mencontoh suri tauladan kita, bapak kita, Nabi Ibrahim as. Totalitas beliau dalam berjuang di jalan Allah dilakukan sampai titik darah penghabisan.
Ibrahim 'alaihissalam tidak berputus asa di saat melakukan pencarian terhadap siapa Rabb yang sebenarnya, ia terus mencari dan refleksi diri sampai Allah memberikan cahaya hidayah kepadanya.
Ibrahim 'alaihissalam tidak galau manakala sang ayah dan kaumnya menolak mentah-mentah dakwah tauhidnya, ia tetap mendoakan mohon ampun untuk ayahnya walaunpun secara nyata sang ayah mengusirnya dan lebih memilih patung tak bernyawa daripada anaknya yang bijaksana.
Ibrahim 'alaihissalam tidak gentar saat penguasa kejam nan zalim, raja Namrudz menentang dakwahnya dan mencoba membakarnya dengan api raksasa. Ibrahim yang mulia diselamatkan Allah dengan menjadikan api yang sejuk untuknya, sedangkan Namrudz yang lalim mati menggenaskan tersebabkan seekor lalat saja.
Ibrahim 'alaihissalam tidak bersedih hati di kala diperintahkan Allah untuk meninggalkan sang istri dan sang anak yang masih merah-merahnya di padang pasir Bakkah yang tandus nan panas. Sang Istri pun yakin bahwa Allah takkan menyia-nyiakan dan membiarkan mereka.
Ibrahim 'alaihissalam tidak bersikap lemah di saat Allah mewahyukan padanya untuk menyembelih anaknya yang baru saja ditemuinya setelah lama ditinggalkannya. Bahkan sang anak, Ismail alaihissalam dengan sabar menerima apa telah diperintahkan oleh Rabb-nya.
Kisah Nabi Ibrahim 'alaihissalam memberikan hikmah kepada kita sebagai aktivis dakwah bahwasanya jalan dakwah ini terjal mendaki, penuh rintangan dan cobaan. Hanya orang-orang tangguh dan beriman yang bisa melewatinya. Di jalan dakwah ini dibutuhkan kesabaran, keteguhan dan totalitas. Di jalan dakwah ini, harta, waktu, keluarga bahkan nyawa-pun dikorbankan.
Mudah-mudahan dengan bantuan Allah Yang Maha Bijaksana kita bisa menghilangkan sifat cengeng, galau, melow, sedih yang berlebihan, sayu, muram durjana dan mudah menyerah dalam meniti jalan dakwah.
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وِالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gundah gulana, sedih, lemah, malas, kikir, penakut, terlilit hutang dan dari tekanan/penindasan orang lain.” (HR. Al-Bukhari 7/158 dari Anas radhiyallahu ‘anhu)
Referensi:
Abu Muhammad Hisan. Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan! Majalah Al-Intima Edisi No. 033, Dzulqa’dah 1433 H/Oktober 2013
Ibnu Katsir. Kisah Para Nabi. Jakarta: Pustaka Azzam. 2008
Fais al-Fatih
Aktivis Kelompok Studi Palestina

sumber : Islamedia

Sunday, 5 January 2014

Sebait catatan taujih Ustadz Rahmat Abdullah (alm)

Sebait catatan taujih Ustadz Rahmat Abdullah (alm)

Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita.

Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanita
tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.

Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang
tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.

Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia
bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.

Orang yang selalu berlambat-lambat menghadiri liqoat dakwah karena alasan istri, anak, mertua, tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang,
tamu datang silih berganti’ di saat ia akan berangkat .. terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktifitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.

Kita semua harus memahami dan mengatasi segala kelemahan diri di jalan dakwah ini. Ingatlah, mushaf Al-Quran tidak akan pernah terbang sendiri kemudian datang dan
memukuli orang-orang yang bermaksiat.

Tetapi kita para duat (dengan segala kelemahan sebagai manusia) yang telah mendapatkan amanah amar ma’ruf nahyi munkar.

Thursday, 19 December 2013

Cara Merubah File Excel ke Gambar (JPG, PNG)

Cara Merubah File Excel ke Gambar (JPG, PNG)

Cara yang pertama
Dengan cara Copy Paste

1. Buka file excelnya



2. Blok tulisan yang akan dijadikan gambar



3. Tekan tombol CTRL + C (copy)

4. Buka program paint



5. Tekan tombol CTRL + V (paste)



lalu simpan file (CTRL + S) dengan format gambar JPG atau PNG


Cara yang kedua 
Dengan memanfaatkan tombol printscreen / PrtSc
1. Buka file excelnya
2. Tekan tombol Control / CTRL + Print Screen (PRTSC)
3. Maka otomatis semua yang tampil di layar akan tercopy
4. Buka program paint
5. Pastekan di program paint (CTRL + V)
6. Untuk memotong ( crop )  bisa menggunakan program Microsoft Office Picture Manager.


:)
Selamat mencoba




Saturday, 14 December 2013

#AYTKTM - galeri foto

Sumber gambar : Facebook Fan Page #AYTKTM
#AYTKTM Apapun Yang Terjadi Kami Tetap Melayani




















































































Arena senyum

Hiburan senyum dikit lah..

Boleh COPAS dari tetangga..


1. Dok, tolong anak saya! || Tenang dulu bu! Anak ibu kenapa? || Anak saya ulang tahun dok! Selametin ya...

2. Rapi amat lo Dul, mau kemana? || Nonton konser Mak! || Dimana? || Di Youtube || Oh, baek baek yak || Iye mak

3. Bang, bakso dong || Boleh || Sambelnya banyakin dikit || Mau lu apa sih, banyak ape sedikit?

4. Bang, nasi goreng satu || Pedes apa ga?|| Mana gue tau? Kan belum nyicipin!

5. Bang bubur satu ya || Pakai kacang? || Pakee.. || Dikasih ayam Mas..? || Kalau dikasih ayam gue makan apa?

6. Saya mau ngelamar kerja, ini poto copy ijazah saya || Kok poto copy?!? aslinya mana...???|| Tegal...!!

7. Bang maaf, disini ruangan ber-AC, jadi nggak boleh ngerokok. || Oh maaf pak, saya lupa matiin AC-nya...!!! (Ambil remote)

8. Bang, kok mie ayamnya gak ada ayamnya?! || Lah, lu kalau beli lem tikus emang ada tikusnya?! || *gigit mangkok*

9. Mbak minta es teh || Manis gak? || Gak usah manis, yang penting setia dan mau menerima saya apa adanya #eaaaalaa...!!!

10. Guru: Ayo anak-anak coba sebutkan ciri-ciri gunung aktif || Murid: miscalled aja bu, kalo nyambung berarti aktif

11. Dek sekolah mana?, kok bajunya kotak-kotak hitam putih gitu? || Sekolah TK || TK mana? || TK teki silang

12. Abang bakso, gerobaknya rusak ya? || Enggak koq.. || Lah... Koq didorong??? =))

Menyendirilah karena Allah

Menyendirilah karena Allah

oleh 
Ustadz Felix Siauw 
menyendiri lalu berpahala lebih baik dari bersama dalam maksiat | lebih baik lagi bila bersama karena Allah dan mendapat nikmat

menyendiri bukan berarti tak mampu mencinta | tapi pilihan sikap sampai pantas mencinta

karena memuliakan wanita bukan dengan menatapnya | dan menghormati lelaki bukan dengan menggodanya

menahan rasa itu menyiksa namun demi cinta tidak mengapa | ketimbang disuarakan lalu mengajaknya beramal nista

lelaki yang benar bila berlisan sanggup menjadikannya nyata | tapi lelaki setengah jadi hanya bermodal "jalani dulu saja"

wanita perlu kepastian bukan karangan ribuan alasan | bukan taburan harta tapi ikatan sah pernikahan

lelaki yang baik akan bahagiakan ibunya lebih dulu | bila ibunya saja bahagia dibuatnya apalagi istrinya nanti

wanita terhormat tentu patuh berbakti pada ayahnya | dengan modal yang sama ia percaya dan mendukung suaminya

ada sangat banyak cara untuk berbahagia dalam taat | jangan batasi cinta hanya sekedar nafsu sesaat

menyendirilah karena Allah | atau menikahlah karena Allah

Lautan Jilbab di Pattani Thailand



TIDAK ada wanita muslimah tanpa jilbab di Patani. Mungkin Itulah kalimat pas untuk menujukkan semangat muslimah di daerah basis muslim di Selatan Thailand tersebut. Di tiap sudut jalan, kita menemui banyaknya para muslimah memakai jilbab bahkan cadar.

“Seluruh muslimah di Patani memakai jilbab, jika ada perempuan tidak berjilbab, maka dia orang Budha!” tandas Zakariya, Aktivis Hak Asasi Manusia, kepada Islampos di Patani.

Meski stigma Islam sebagai teroris dilancarkan, Muslimah Patani pantang untuk melepas jilbab. Dalam segala aktivitas, jilbab menjadi bagian tak terpisahkan bagi mereka.

“Jilbab adalah ajaran Islam. Dan Melayu adalah Islam. Jika ada orang Melayu tidak pakai jilbab, berarti dia bukan orang Melayu,” tandas Zakariya yang pernah mendapat delapan tusukan dari tentara Thailand.

Bahkan dalam penelusuran ke Mahad Al Bithath Ad-Diniyah, Islampos menemukan lautan jilbab dari para pelajar. Pihak Mahad memang mewajibkan setiap pelajar putri untuk mengenakan jilbab lebar hingga menutupi dada.

“Ini adalah pakaian Syar’i untuk muslimah,” kata staff pengajar Abdullah di Mahad yang menampung 6000 pelajar tersebut.

sumber :
http://muslimina.blogspot.com/2013/11/lautan-jilbab-seperti-ini-ada-di-patani.html

Ayah Hebat

Empat anak siswa SD berbincang saat jam istirahat, tentang ayah mereka. 

Edi : "Ayahku hebat. Ia pilot pesawat terbang. Tiap hari ayahku mengelilingi Indonesia dengan pesawatnya".

Andi : "Ayahku lebih hebat. Ia bisnis eksport import. Tiap hari ia mengurus bisnisnya ke berbagai negara, bukan hanya Indonesia".

Eko : "Ayahku lebih hebat. Ia bekerja di PBB. Tiap hari ia keliling dunia, bukan hanya ke berbagai negara".

Amin : "Ayahku lebih hebat lagi. Ia bekerja di sini saja, di SD ini, sebagai petugas kebersihan".

Edi, Andi dan Eko tertawa bersama. "Apanya yang hebat dari ayahmu, kalau ia hanya bekerja menjadi petugas kebersihan di sini?"

Amin : "Ayahku selalu ada untukku. Aku berangkat dan pulang sekolah bersama ayah. Waktu di rumah, aku bisa bermain bersama ayah. Di sekolah pun, aku selalu melihat ayahku bekerja. Aku senang di dekat ayah".

Amin sangat merasakan kehadiran ayah di dekatnya. Ia bangga memiliki ayah yang terus ada untuknya. Bukan ayah hebat yang tidak pernah di rumah. Bukan ayah hebat yang tidak pernah sempat mengantarkan anak ke sekolah. Bukan ayah hebat yang tidak pernah dirasakan kehadirannya oleh anak-anak, karena kesibukan kerja.

Tapi ayah hebat yang selalu dirasakan kehadirannya oleh anak-anak...

-----------------------
copas dari salah satu page di facebook